Tampilkan postingan dengan label manajemen dana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manajemen dana. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Desember 2011

Evaluasi Keuangan Yuk

Lama sudah saya tidak posting di blog, yah maklumlah pekerjaan yang sibuk, n koneksi internet yg lelet, maklum di daerah.... oke, cukup! pastinya kamu tidak mau kan dengar curcol saya, hahahaha....

Baiklah, mumpung ini kondisinya akhir tahun, biasanya identik dengan laporan keuangan, tutup buku dll yang bagi sebagian pegawai sibuk akan pekerjaannya. Pembuatan laporan keuangan, pekerjaan tutup buku dll itu tujuannya ya untuk evaluasi, tak ada salahnya kita evaluasi keuangan kita, yuk marii...

Pemasukan vs Pengeluaran
Pengeluaran biasanya berbanding lurus dengan pemasukan, pemasukan tambah, pengeluaran juga tambah, work hard - play hard lah.... itu dimaklumi kok, asal jangan besar pasak daripada tiang, gali lobang tutup lobang, apalagi sampai tinggal di gubug derita, hahahhaha

Utang yuk
Bagi yang belum pernah berutang, mari berutang, hahahhaha.... eh ini serius lho, BI rate turun jadi 6% jadi bank turun bunga kreditnya, pesan dari orang2 dulu, kreditnya yang produktif dulu ya, contohnya ambil KPR, kredit emas, yg nilainya nambah, plus pesan dari om safir senduk, bang aidil akbar, bu ligwina, teteh Prita Hapsari, rasio angsuran utang jangan lebih dari 30% penghasilan ya, biar keuangannya tetap sehat wal afiat. 

Jadi Investor Jitu
sehebat apapun pakar yang meramalkan kondisi pasar, tetap ada ketidakakuratan. Tak bisa disalahkan ya, karena pasar lah yang memegang kendali. contohnya : awal tahun 2011, IHSG diramalkan saat akhir tahun mencapai angka 4250-4500 taunya cuma kuat sampai 4.100an itu pun sebentar kemudian ngos-ngos-an di 3700 karena kondisi keuangan eropa. Harga emas yang katanya bisa mencapai US$ 2000/oz, cuma bertengger sebentar saja di posisi 1700an. jadi investor jitu harus bisa baca kondisi pasar, biar bisa switch ke jenis investasi lain yang lebih menguntungkan.

Malas Ah, Evaluasi Keuangan Ribet
Iya betul tuh, makanya pake aplikasi dong, bisa di link-link kalkulator keuangan ini nih http://goo.gl/PIfSj mudah-mudahan dapat memudahkan dong ya. kalo males juga kalo punya dana lebih bisa pake jasa perencana keuangan, atau mengikuti kursus/workshop perencanaan keuangan biar lebih jago lagi.


Ingat, evaluasi keuangan bukan dievaluasi trus sampai disitu saja, tapi tuk action kedepannya, misalnya mengurangi pengeluaran, membuat budget, dsb agar kondisi keuangan kamu kamu semakin baik. 

Rabu, 04 Mei 2011

Siapkah "THR" Kamu?

Ayo... ayo... beberapa bulan lagi hari raya idul fitri sudah siapkah kamu? siap kok! ini dah siap perut buat makan makanan lebaran, hahahhah..... maksudnya persiapan keuangan menghadapi lebaran. Yang belum siap, tak ada salahnya baca-baca postingan ini.

Butuh Berapa Duit Ya Buat Lebaran?
Sebetulnya ini tergantung kondisi masing-masing, apakah akan mudik, berarti persiapkan transportasi apakah pakau kendaraan pribadi atau transportasi umum via darat, air, udara. wah hebat ya via udara!, maksudnya tidak mudik tapi menelpon keluarga, hahahha.... Oke, cukup bercandanya, lanjut lagi ya. Persiapkan buat pakaian, makanan minuman, uang salam tempel buat anak-anak, keponakan dll. Hitung semua ya, ditotal berapa uang yang dibutuhkan. Jangan lupa persiapkan juga uang tuk Zakat Fitrah, Zakat Mall eh maksudnya Zakat Maal, infaq, en sodaqoh ya.

Kan Dapat THR dari Kantor?
Kalaupun iya, apakah THR tersebut cukup, kalau cukup ya sutrala, tidak perlu repot-repot lagi persiapkan uang. Bagaimana kalo kurang, atau bingung kok THR-nya kecil, kalo kamu kerja di perusahaan hitung-hitungan THR bisa dibaca di sini  nih --> http://is.gd/NwqtaP

THR Apa THR Yang Harus Dipersiapkan?
Ya, Persiapkan 2-2-nya, emang apa bedanya?... kalo THR yang pertama singkatan dari Tunjangan Hari Raya, kalo yang kedua siangkatan dari Tabungan Hari Raya. Nah kalo THR yang pertama terima dari pemberi kerja, kalo kamu pengusaha harus siapkan THR buat staff kamu dong ya, atau bisa juga THR buat khadimat alias pembantu di rumah, hehehe... Trus bagi yang THR pertamanya kurang, ya harus siapkan THR kedua alias Tabungan Hari Raya.

Cara Mempersiapkan THR?
Buka rekening khusus yang terpisah dari rekening lainnya, atau bisa juga digabung dengan rekening kebutuhan tahunan karena Hari Raya kan termasuk kebutuhan tahunan. Yang terpenting Disiplin, jangan tergoda memakai dana ini selain untuk kebutuhan THR. Tips dari teman dan sangat tradisional adalah nabung pake celengan, hahahha.... iya bener celengan, terbukti ampuh, saya lihat sendiri teman yang pecahin celengan buat mudik lebaran. Kalo yang agak modern dikit ya bisa ikut tabungan berjangka, atau pake sistem autodebet dari rekening gaji ke rekening THR.

Lalu pertanyaannya sekarang, siapkah THR kamu?

Selasa, 24 Agustus 2010

Ngabisin THR yuk !

THR alias Tunjangan Hari Raya itu enaknya dihabisakan saja, kan dari namanya saja sudah mendukung, daripada disimpan kena inflasi lebih baik dihabiskan saja ya kan. Enak ya yang dapet THR, penulis sendiri (baca : Radisini) gak dapet THR tuh dari kantor, memang tidak dianggarkan sih jadi lebaran mantab deh alias makan tabungan, hahahhaha.... BTW ngabisin THR-nya jangan asal ya ada step by step nya lho ... macam betul aja ya .


THR vs Bonus
Beda hal-nya dengan Bonus, Bonus diprioritaskan untuk bayar utang dan investasi, sedangkan THR  diprioritaskan untuk zakat, Infaq, Shodaqoh dan keperluan hari raya.

Bayar Zakat, Infaq, sodaqoh
Kebanyakan orang lebih mementingkan infaq/sodaqoh dulu daripada zakat penghasilan atau harta. Padahal yang wajib kan zakat dulu baru infaq/sodaqoh yang sifatnya sunnah. Selain Zakat Fitrah juga buat zakat penghasilan, dan zakat maal/harta simpanan yang telah mencapai nisab(batas ukuran) dan haul(batas waktu)-nya. Tuk lebih lengkapnya bisa baca-baca panduan zakat, klik disini atau baca posting sebelumnya tentang zakat klik disini. Kalo penghasilannya dan harta-nya masih dibawah nisab ya pasti tidak wajib zakat maal, ini  prioritasnya zakat fitrah-infaq-sodaqoh.


Habiskan Buat lebaran
kalo sudah Bayar Zakat, Infaq, sodaqoh, untuk apa lagi ya? habiskan saja buat lebaran, jangan ragu-ragu, ....buat mudik, beli kue, beli pakaian, ngasi duit anak-anak. kalo masalah ini gak perlu diajarin kan, urusan menghabiskan uang kan itu gampang, nyarinya yang sulit. Tetep dibuat budget/penganggaran apa saja pengeluarannnya ya.


Tidak Asal Habis
Mudah-mudahan di  bulan puasa selain bisa nahan lapar dan haus serta amarah, kita juga bisa nahan nafsu buat belanja. Saat berpuasa biasanya saat belanja kurang mikir, akhirnya barang-barang yang dibeli kadang sia-sia. misalnya beli makanan ini itu, semua terlihat enak, saat berbuka kekenyangan, makanannya bersisa deh... trus belanja pakaian, apa saja terlihat bagus, padahal ingin beli pakaian satu setel saja pas pulang sudah bawa 5 setel aja, plus sepatu dan sendal, kwkwkwkkwkw.... nah ini bisa disiasati dengan belanja dengan membawa catatan dan uang secukupnya yang sudah dianggarkan sebelumnya, atau dengan kartu debit yang terbatas uangnya hanya untuk belanja. Jadi pas belanja bisa terkontrol dan gak kalap, hehehhehhe.....


THR Kecil
Bagaimana pak kalo THR yang saya terima jumlahnya kecil, sedangkan kebutuhan buat lebaran sangat besar?  Tetap saja prioritasnya Zakat-Infaq/Sodaqoh-Habiskan. kalaupun kurang tetep hindari utang ya, bisa disiasati memakai sebagian dana darurat (pernah dibahas diposting sebelumnya). kalau masih kurang juga, bisa di cek lagi mana pengeluarang yang bisa ditekan, dan di substitusi, misalnya pas mudik bila via udara mahal, kan bisa via darat, hehehhe... 


Bijaksana
Tak bisa dibohongi kalau pas lebaran biasanya biaya prestise itu yang membuat pengeluaran membengkak. Demi terlihat "sukses" di depan sanak saudara dan orang-orang di kampung, tak jarang utang-sana sini demi masalah prestise ini. Maaf ya kalo ada yang tersungging alias tersinggung, berarti bener khan. hehehhe...


Cukup dulu ya, yang mudik TiTi DJ, salam buat keluarganya. yang ingin belanja, met belanja aja, jaya selalu di udara ... 

Senin, 02 Agustus 2010

Uang Gaji Saya Diapakan ?

Udah gajian lagi nih, makan di ke mall yuk, belanja, karokean, makan di resto, trus nonton bioskop, dll. Mungkin itu yang ada dalam benak kita, boleh-boleh saja demikian tuk menikmati hidup, merasakan hasil "kerja keras" selama sebulan, hehhehehe... tapi jangan sampai keblablasan ya, punya gaji 10 koma, maksudnya bukan 10 koma juta sekian tapi baru tanggal 10 sudah koma, hahahahha.... Lalu apa yang harus kita lakukan sebelum "menikmati" gaji, yuk kita bahas satu-satu, mariii....

Pay Your GOD First
Ini saya kutip dari tweetnya @ahmadgozali, "Pay Your GOD First" maksudnya yang menjadi kewajiban agama yaitu zakat penghasilan yang pernah saya bahas di posting sebelumnya Hitung Zakat Yuk Mariiiiyyy pas terima gaji langsung disisihkan dulu buat yang satu ini.

Pindahkan Ke Rekening-Rekening
Saat terima gaji langsung ditransfer ke rekening-rekening yang pernah saya bahas sebelumnya di sini 

Jangan Lupa Bayar Utang
Nah ini yang sering "lupa" bener-bener lupa atau berusaha melupakan, hahahhaha.... ayo ini wajib lho!, walaupun sudah meninggal seseorang yang berhutang harus tetap dilunasi oleh ahli warisnya. Ahli waris bukan hanya menerima harta, tapi utang juga. Makanya bila ada yang meninggal pihak keluarga biasanya bertanya atau mengumumkan kepada pelayat yang datang bila mempunyai urusan utang-piutang agar diselesaikan dengan keluarga yang ditinggalkan. Bagi yang ingin berhutang baca postingan sebelumnya ya klik disini. Kalau tidak mau repot bayar utang di bank bisa pakai autodebet dari rekening.

Inget Dana Darurat
Jangan lupa kumpulkan sedikit-sedikit untuk dana darurat di rekening tersendiri ya, kalo lupa tentang dana darurat bisa baca lagi postingan sebelumnya, klik di sini.

Investasi/Menabung
Sisihkanlah minimal 10% penghasilan untuk Investasi, atau bila belum cukup besar untuk beli instrumen investasi bisa ditabung dulu. Investasi bisa beli emas, reksadana, dll

Bayar Semua Tagihan
Ayo bayar dulu tagihan bulanan, misalnya premi asuransi, uang kos, listrik, air, telepon, HP, uang kebersihan, uang keamanan, iuran RT, tagihan kartu kredit, tagihan internet, tagihan koran/majalah, TV kabel, dll. Biar mudah bisa pakai layanan internet banking tuk bayar tagihan listrik, telepon, internet, tv kabel dll. 

Buat Budget Bulanan
Untuk pengeluaran lainnya selain yang bersifat tagihan, harus dibuat budget, misalnya uang belanja bulanan, termasuk untuk belanja pakaian, traktir teman makan di resto, nonton bioskop, beli buku, beli DVD, transport, dll. 

Disiplin
Dalam pelaksanaannya yang harus kita lakukan adalah disiplin, karena percuma sudah dilakukan perencanaan yang begitu matang pada akhirnya kita yang melanggar, hehehhehe....


Jangan Dibalik
Itu berurutan ya, jangan dibalik. 

Sabtu, 17 Juli 2010

5 Menit Lebih Dekat Dengan Perencanaan Keuangan

Banyak orang beranggapan perencanaan keuangan itu ikut asuransi, ada juga beranggapan perencanaan keuangan itu investasi, ada juga beranggapan perencanaan itu adalah sikap hidup hemat, tidak boros dll. Perencanaan keuangan itu meliputi banyak aspek, dari manajemen pendapatan-pengeluaran, manajemen dana, manajemen utang, tabungan, investasi, manajemen risiko (asuransi), Perencanaan pendidikan, perencanaan pensiun, perencanaan naik haji, perencanaan pembelian rumah, warisan, hingga pajak pun masuk dalam aspek perencanaan keuangan.

Uang keluar > uang masuk
Besar pasak daripada tiang, kalo sudah begini ujung-ujungnya pasti utang sana sini iya kan, ngaku deh... hahahahha.... makanya perencanaan keuangan mengatur berapa persen dari penghasilan yang dijadikan pengeluaran.

Masuk rumah sakit tidak bisa bayar
tuh kan... bagaimana kalau tidak punya dana darurat? baca lagi posting sayah tentang dana darurat disini ya. Sekalipun punya asuransi kesehatan, tetep dana darurat harus dipunyai. bagaimana bila rumah sakitnya bukan rumah sakit rekanan asuransi? masih perlu dana cash kan sebelum klaim di perusahaan asuransinya. Bagaimana kalau mesti operasi dengan biaya tinggi, belum biaya kamarnya, obatnya, konsultasinya dll, perlu asuransi kesehatan kan?

Biaya pendidikan naik 2 kali lipat tiap tahunnya
nah lho... yang punya anak baiknya sedini mungkin merencanakan biaya pendidikan anak, bisa sampe miliaran rupiah lho 15-20 tahun yang akan datang. kalo tidak percaya, tunggu aja ya tanggal mainnya.

Inflasi 10-15% tiap tahunnya
Kalo punya tabungan, sama saja tabungannya dicuri inflasi karena nilai riil tabungannya turun. lihat saja, harga-harga barang dan kebutuhan naik. tabungan dengan bunga 3% atau deposito dengan return 7% pun tidak bisa mengalahkan inflasi. itulah gunanya investasi yang returnnya melebihi inflasi. lihat posting sebelumnya tentang inflasi disini.

Tidak bisa bayar utang
Utang sana sini tapi tidak bisa bayar, jadi gali lobang tutup lobang, terjerat rentenir dll... tuh kan sebelum berhutang sebaiknya direncanakan sebelumnya utang tersebut untuk apa, bisa bayar gak, itung bunganya dll. Utang kaitannya dengan kemampuan membayar, maka perencana keuangan mematok angka 30% dari penghasilan yang bisa dijadikan pembayaran cicilan bulanan utang. kalau lebih dari itu pada umumnya akan mengalami kesulitan keuangan.

Nanti saja mikirin pensiun kan masih muda
pensiun kan masih lama, ngapain capek-capek mikirin pensiun sekarang. nanti juga dibayar uang pensiunnya. emang cukup bu uang pensiunnya? lihat tuh pensiunan PNS, berapa yang dia terima tiap bulan ? .... tak ada salahnya menyisihkan duit 200-300rb perbulan tuk investasi di reksadana atau beli emas. mumpung masih muda, kalau sudah tua pasti nyesel deh.... 

Ingin Belajar perencanaan keuangan biar kaya dari investasi
Kayaknya salah masuk jurusan bu, perencanaan keuangan bukan pelajaran khusus investasi, kalau mau belajar investasi ada kelasnya misalnya di sekolah pasar modal

Apa hubungannya perencanaan keuangan dengan pajak
Ada donk, misalnya pegawai yang tidak punya NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) dikenakan tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 lebih tinggi 20% dari yang punya NPWP, (baca posting sebelumnya Hemat Dengan NPWP Kok Bisa ?).... sok atuh... ingat kata dunia kan?

Perencanaan Keuangan bukan hanya untuk orang kaya
Bung Perencana Keuangan, penghasilan saya 20 juta perbulan, bagaimana ya ngatur uang saya untuk membeli rumah seharga 1 miliar? Perencana keuangan jawab ; begini pak...bla-bla-bla... kemudian yang penghasilan pas-pas-an jadi minder gak jadi nanya karena malu penghasilannya cuma 1,5 juta. padahal pada dasarnya sama saja, yang penghasilannya 1,5 juta juga perlu merencanakan untuk punya rumah, merencanakan pendidikan anak dll. tentu saja disesuaikan dengan kondisi penghasilannya, kalau punya penghasilan 1,5 juta masih bisa punya rumah misalnya beli perumnas, rumah susun sederhana, atau KPR bersubsidi.

yuk mariyh... kita belajar perencanaan keuangan untuk indonesia yang lebih baik. 

Sabtu, 03 Juli 2010

Punya Berapa Rekening Tabungan ?

Punya berapa rekening tabungan ? paling-paling 2, malah cuma 1. Mungkin kalo mahasiswa 1 saja cukup kali yah. kalo sudah bekerja apalagi berkeluarga, rekening tabungan cuma 1 mungkin akan hemat biaya administrasi bulanan, namun malapetaka justru bermulai dari sini karena biasanya 1 rekening untuk berbagai keperluan justru akan membuat kondisi keuangan yang tidak teratur dan tidak terprediksi.


Setidaknya setiap orang yang sudah bekerja minimal punya 3 rekening tabungan ;
Pertama, Rekening Transaksional, rekening ini tujuannya untuk memenuhi transaksi sehari hari, misalnya pembayaran listrik, air, telepon, transfer uang, belanja dll. tentunya rekening tersebut harus memberikan kemudahan seperti ; mesin ATM mudah dijangkau, mempunyai fasilitas internet banking, sms banking, kemudahan pembayaran listrik-air-telepon, fasilitas debit card untuk belanja dll
Kedua, Rekening Dana darurat, seperti yang pernah saya jelaskan sebelumnya di post UGD = Uang "Gawat" Darurat gunanya untuk menyimpan dana darurat di rekening tersendiri yang terpisah dari rekening lainnya, agar dana tersebut tidak terpakai bila tidak ada keadaan yang darurat. jenis rekening tabungan untuk dana darurat sebaiknya dipilih dengan memperhitungkan keuntungan bila dana tersebut didepositokan.
Ketiga, Rekening tabungan atau investasi, sesuai namanya rekening ini gunanya untuk menyimpan dana tabungan atau investasi. jenis rekening ini tentu harus memperhitungkan keuntungan dalam deposito, produk tabungan berjangka, kemudahan pembelian reksadana dll. namun yang perlu diperhatikan sebaiknya tidak memakai fasilitas ATM, kalaupun ada ATM, sebaiknya ATM-nya disimpan saja, tidak disimpan di dompet agar uangnya tidak terpakai.


Bagaimana bila punya lebih dari 3 rekening ?
Boleh saja, namun rekening itu mempunyai fungsi misalnya, rekening yang digunakan untuk menerima gaji bulanan, rekening di bank tertentu karena mempunyai kredit di bank tersebut. Bila Anda seorang pengusaha, harus punya rekening untuk usaha, jangan gabungkan rekening usaha dengan rekening transaksional agar dana untuk usaha dapat dikelola dengan baik. Bila punya rekening yang tidak mempunyai tujuan penggunaan, sebaiknya rekening tersebut ditutup.


Apakah jadi boros biaya administrasi bulanan bila punya banyak rekening ?
Benar sekali, tiap rekening dibebankan biaya administrasi bulanan sebesar 5 ribu s.d. 10 ribu rupiah. Kalau punya 3 rekening kira-kira 30 ribu rupiah memang terasa lumayan, namun akan sebanding dengan manfaat pengelolaan uang yang kita dapatkan dibandingkan dengan 1 rekening saja.


Ayo, pisahkan dana berdasarkan tujuan keuangan dengan rekening tersendiri. Rasakan bedanya bila hanya punya 1 rekening. 

Sabtu, 19 Juni 2010

UGD = Uang "Gawat" Darurat

Suatu kisah, si Otong (bukan nama sebenarnya) pas pulang dari sekolah tiba-tiba ditabrak oleh pengendara sepeda motor, duaarrr...!!!  si Otong terlempar, kepalanya berdarah, tangan dan kakinya luka-luka, si pengendara sepeda motorpun lari. si Otong pun dilarikan ke unit gawat darurat, tak hanya luka yang diderita Otong, namun gegar otak ringan.


Saat itu, tak hanya Otong yang gegar otak, Bapaknya pun "gegar otak" lantaran harus melunasi biaya rumah sakit, padahal 2 hari yang lalu uang tabungan si Bapak dihabiskan untuk membeli LCD TV 30 in agar enak untuk nonton acara piala dunia. Dengan terpaksa si Bapak pinjam uang ke rentenir sebelah rumah demi membiayai biaya rumah sakit tersebut. sebulan kemudian, TV LCD-nya pun disita karena tidak bisa membayar utang kepada rentenir tersebut. tragis amat yak .....

Dari kisah diatas, biar tidak mengalami keadaan kesulitan keuangan mari kita buat Emergency Fund alias Dana Darurat. yuk kita bahas.... mari ...

Apa sih dana darurat itu ?
Dana darurat adalah dana yang dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak, yang tak terkira akan terjadi, misalnya : kecelakaan, sakit, PHK, bencana alam, dll


Berapa sih besarnya ?
Ada yang menentukan besarnya dana darurat itu berdasarkan status pernikahan dan tanggungan. Kalau masih single, cukup 3x kebutuhan sebulan, Keluarga Kecil dengan 2 anak, sebesar 6x kebutuhan sebulan, sedangkan keluarga dengan anak lebih dari 2, sebesar 12x kebutuhan sebulan. Ada juga pendapat lain yang menentukan besarnya dana darurat itu berdasarkan jenis pekerjaan. Untuk pegawai tetap besarnya 3-6x kebutuhan sebulan, sedangkan untuk pegawai tidak tetap, profesional, pengusaha, sebesar 6-12x kebutuhan sebulan.

Di mana menyimpannya ?
  • Tabungan dengan rekening tersendiri tidak dicampur dengan dana lain. Tabungan likuiditasnya tinggi namun imbal hasil kecil
  • Deposito, Likuiditas sedang, imbal hasil menengah, pilih deposito yang jangka waktu pendek, hanya beberapa bulan dan bisa otomatis diperpanjang, namun bila dananya diambil saat masa deposito berlangsung akan terkena penalti
  • Reksadana, Likuiditas kurang, imbal hasil lebih tinggi dari deposito (disclaimer mode : on), saat ditarik bisa lebih tinggi/rendah sesuai nilai aktiva bersih (NAB) per unit saat penarikan dana, kena biaya penarikan (tergantung prospektus)
sebaiknya dana darurat dibagi 2 atau 3 dan ditempatkan masing-masing di tabungan, deposito dan reksadana.

Nah... kalo terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kita tak perlu "gegar otak" karena sudah punya dana darurat.
IP